Minggu, 14 April 2013

Contoh Surat Lamaran Kerja Dalam Bahasa Inggris


Contoh Surat Lamaran Kerja Dalam Bahasa Inggris
Contoh ke 1.
Tangerang, December 4, 2007

Attention To:
Mr. Imantoro
Human Resources Department
PT. Persada Bumida Terpadu
Jl. Raya Sukamaju No. 11
Tangerang

Dear Sir,

On this good opportunity, I would like to apply as a Instrumentation and Control System Engineer in your company. My name is Dias Farhan, 22 years old, male, single, energetic and healthy. I am a Control System Engineer and graduated from Suryadarma University (UNSURYA) on May 2007 with GPA 3.78. I would like to have career to expand my experience.

My personality as a hard worker and fast learner type of person would bring benefit to your company. I will be very appreciated if you could give in opportunity to work in your company.

Herewith I enclose my curriculum vitae, which will give details of my qualification.

I hope my qualifications and experience merit your consideration and look forward to your reply.

Sincerely yours,



Dias Farhan
Phone : 021 - 5758243
Jl. Melati No.23
Tangerang - 15712


Contoh ke 2.

Bogor, December 4, 2007

Attention To:
Human Resources Department
Yayasan KPT
Jl. Raya Bumi Sentoda No. 5
Cibinong

Dear Sir/Madam,

Having known about a vacancy advertised on Kompas, December 2, 2007, I am interested in the position of Account Executive (AE).
I am a 26 year old male, graduated from a reputable university, having skill in English, both written and oral and also operating computer. I am a hard worker, able to work in individual and in team.

I would gladly welcome an opportunity to have an interview with you at your convenience. I hope my skills can be one of your company's assest. I am looking forward to hearing from you in the near future. Thank you for your consideration and attention.

Sincerely yours,



Asep Catur Putra

Enclosures :
- copy of ID Card
- copy of Final Certificate
- photo
- Curriculum Vitae


Contoh ke 3.

Jakarta, May 14, 2007

Attention To:
Sukarmadi
Resources Manager
PT. Gilang Persada Bumi
Jl. Cendrawasih No. 45
Jakarta Pusat

Dear Mr. Sukarmadi,

I wish to apply for the position of Accounting Staff that was advertised on Tempo, May 12, 2007.

I have over one year experience as an Accounting with PT. Rizky Finance and have experience of a wide variety of pattern techniques. My computer skills are very good, and I have an excellent record as a reliable, productive employee.

I am looking for new challenges and the posistion of Accounting Staff sounds the perfect opportunity. Your organisation has an enviable record innovation in investor financial cosultant, and an excellent reputation as an employer, making the position even more attractive.

I enclose my CV for your inspection and look forward to hearing from you soon. I am available for interview at your convenience

Sincerely yours,



Pujiwati Martani


Contoh ke 4.

Bekasi, April 7th, 2007

Attention To:
HRD Manager
PT. Pranata Informatindo
Jl. Raya Sudirman No. 17
Bekasi

Dear Sir/Madam,

I have read from your advertisement at Republika that your company is looking for employees to hold some position. Based on the advertisement, I am interested in applying application for Engineer position according with my background educational as Engineering Physics.

My name is Iswandi Lubis, I am twenty three years old. I have graduated from Engineering Physics Department ISTN on March 2007. My specialization in Engineering Physics is Instrumentation and Control specialist. I consider myself that I have qualifications as you want. I have good motivation for progress and growing, eager to learn, and can work with a team (team work) or by myself. Beside that I posses adequate computer skill and have good command in English (oral and written).

With my qualifications, I confident that I will be able to contribute effectively to your company. Herewith I enclose my :

1. Copy of Bachelor Degree (S-1) Certificate and Academic Transcript.
2. Curriculum Vitae.
3. Copy of Job Training Certificate from Unocal Indonesia Company.
4. Recent photograph with size of 4x6

I would express my gratitude for your attention and I hope I could follow your recruitment test luckily.

Sincerely,



Iswandi Lubis

Contoh ke 5.

Jl. Raya Flamboyan 21
Bojong Depok Baru 2
Cibinong 16914
Phone : 021 - 87903802

June 11th, 2007

Attention To:
Mr. Haryono Sujatmiko
PT. Bumi Sentosa Damai
Jl. Garuda No. 33
Bogor

Dear Mr. Sujatmiko,

I am a graduate student in Computer Science at Indonesia University, and I will be awarded an M.S. degree in July 2007. I am currently looking for a position related to Database/Graphics Package Design in the research and development department of a major company.

Before coming to Indonesia University, I designed, supervised, and completed a CAD system. The function covers vector, character and curve generation, windowing, shading, and transformations.

At Indonesia University, my research work involves Compilation of Relational Queries into Network DML. To enhance my background, I have taken some courses in computer graphics and database, and I have experience in and an understanding of the design of databases. With this b background, I certainly believe that I am competent to meet challenging tasks and can make a good contribution to your company.

Enclosed is my resume, which indicates in some detail my training and experience. I sincerely hope that my qualifications are of interest to you and that an interview might be arranged at your convenience.

Thank you for your consideration. I look forward to hearing from you soon.

Sincerely yours,

Putri Puji Lestari

Contoh Surat Lamaran Kerja Bahasa Inggris Dalam,
Contoh Ke 1.
Tangerang, 4 Desember 2007

Perhatian Untuk:
Mr Imantoro
Departemen Sumber Daya Manusia
PT. Persada Bumida Terpadu
Jl. Raya Sukamaju No 11
Tangerang

Dear Sir,

Pada kesempatan yang baik ini, saya ingin menerapkan sebagai Instrumentasi dan Kontrol Sistem Insinyur di perusahaan Anda. Nama saya Dias Farhan, 22 th, pria, tunggal, energik dan sehat. Saya System Engineer Control dan lulus dari Universitas Suryadarma (UNSURYA) pada Mei 2007 dengan IPK 3,78. Saya ingin memiliki karir untuk memperluas pengalaman saya.

Kepribadian saya sebagai seorang pekerja keras dan cepat belajar jenis orang akan membawa manfaat bagi perusahaan Anda. Saya akan sangat menghargai jika Anda bisa memberikan dalam kesempatan untuk bekerja di perusahaan Anda.

Dengan ini saya lampirkan daftar riwayat hidup saya, yang akan memberikan rincian kualifikasi saya.

Saya harap kualifikasi dan pengalaman saya dasar pertimbangan Anda dan berharap untuk balasan Anda.

Hormat kami,



Dias Farhan
Telepon: 021-5758243
Jl. Melati No.23
Tangerang - 15.712


Contoh Ke 2.
Bogor, 4 Desember 2007

Perhatian Untuk:
Departemen Sumber Daya Manusia
Yayasan KPT
Jl. Raya Bumi Sentoda No 5
Cibinong

Dear Sir / Madam,

Setelah diketahui tentang lowongan yang diiklankan di Kompas, 2 Desember 2007, saya tertarik dengan posisi Account Executive (AE).
Saya seorang laki-laki berusia 26 tahun, lulus dari universitas terkemuka, memiliki keahlian dalam bahasa Inggris, baik tertulis maupun lisan dan juga operasi komputer. Saya seorang pekerja keras, mampu bekerja dalam individu dan dalam tim.

Saya dengan senang hati akan menyambut kesempatan untuk memiliki sebuah wawancara dengan Anda pada kenyamanan Anda. Saya berharap keterampilan saya dapat menjadi salah satu assest perusahaan Anda. Saya melihat ke depan untuk mendengar dari Anda dalam waktu dekat. Terima kasih atas pertimbangan dan perhatian.

Hormat kami,



Asep Catur Putra

Lampiran:
- Fotokopi KTP
- Salinan Sertifikat Akhir
- Foto
- Curriculum Vitae


Contoh Ke 3.
Jakarta, 14 Mei 2007

Perhatian Untuk:
Sukarmadi
Manajer Sumber Daya
PT. Gilang Persada Bumi
Jl. Cendrawasih No 45
Jakarta Pusat

Dear Mr Sukarmadi,

Saya ingin melamar untuk posisi Staf Akunting yang diiklankan di Tempo, 12 Mei 2007.

Saya memiliki lebih dari satu tahun pengalaman sebagai Accounting dengan PT. Rizky Keuangan dan memiliki pengalaman berbagai teknik pola. Keterampilan komputer saya sangat baik, dan saya memiliki catatan yang sangat baik sebagai karyawan, dapat diandalkan produktif.

Saya mencari tantangan baru dan posistion Staf Akuntansi terdengar kesempatan yang sempurna. Organisasi Anda memiliki inovasi catatan iri di cosultant investor keuangan, dan reputasi yang sangat baik sebagai majikan, membuat posisi bahkan lebih menarik.

Saya lampirkan CV saya untuk inspeksi Anda dan berharap untuk mendengar dari Anda segera. Saya tersedia untuk wawancara di kenyamanan Anda

Hormat kami,



Pujiwati Martani


Contoh Ke 4.
Bekasi, 7 April 2007

Perhatian Untuk:
HRD Manager
PT. Pranata Informatindo
Jl. Raya Sudirman No 17
Bekasi

Dear Sir / Madam,

Saya telah membaca dari iklan di Republika bahwa perusahaan Anda sedang mencari karyawan untuk memegang beberapa posisi. Berdasarkan iklan, saya tertarik untuk menerapkan aplikasi untuk posisi Insinyur sesuai dengan latar belakang pendidikan saya sebagai Teknik Fisika.

Nama saya Iswandi Lubis, saya dua puluh tiga tahun. Saya telah lulus dari Teknik Fisika Jurusan ISTN pada bulan Maret 2007. Spesialisasi saya di Teknik Fisika adalah Instrumentasi dan Kontrol spesialis. Saya menganggap diri saya bahwa saya memiliki kualifikasi seperti yang Anda inginkan. Saya memiliki motivasi yang baik untuk kemajuan dan berkembang, bersemangat untuk belajar, dan dapat bekerja dengan tim (team work) atau sendiri. Selain itu saya dimiliki keterampilan komputer yang memadai dan memiliki perintah yang baik dalam bahasa Inggris (lisan dan tulisan).

Dengan kualifikasi saya, saya yakin bahwa saya akan dapat memberikan kontribusi secara efektif untuk perusahaan Anda. Dengan ini saya lampirkan saya:

1. Copy Sarjana (S-1) Sertifikat dan Transkrip Akademik.
2. Curriculum Vitae.
3. Copy Sertifikat Pelatihan Kerja dari Perusahaan Indonesia Unocal.
4. Baru-baru ini foto dengan ukuran 4x6

Saya akan mengucapkan terima kasih atas perhatian Anda dan saya harap saya bisa mengikuti tes rekrutmen Anda untungnya.

Hormat kami,


Iswandi Lubis

Contoh Ke 5.
Jl. Flamboyan Raya 21
Bojong Depok Baru 2
Cibinong 16.914
Telepon: 021-87903802

11 Juni 2007

Perhatian Untuk:
Pak Haryono Sujatmiko
PT. Bumi Sentosa Damai
Jl. Garuda No 33
Bogor

Dear Mr Sujatmiko,

Saya seorang mahasiswa pascasarjana di bidang Ilmu Komputer di Universitas Indonesia, dan saya akan diberikan sebuah MS gelar pada bulan Juli 2007. Saat ini saya mencari posisi yang berhubungan dengan Database / Grafis Desain Paket dalam penelitian dan pengembangan departemen dari sebuah perusahaan besar.

Sebelum datang ke Indonesia Universitas, saya dirancang, diawasi, dan menyelesaikan sistem CAD. Fungsi mencakup vektor, karakter dan generasi kurva, windowing, shading, dan transformasi.

Di Universitas Indonesia, pekerjaan penelitian saya melibatkan Kompilasi Query Relasional ke DML Jaringan. Untuk meningkatkan latar belakang saya, saya telah mengambil beberapa program di komputer grafis dan database, dan saya memiliki pengalaman dalam dan pemahaman tentang desain database. Dengan latar belakang b, saya pasti percaya bahwa saya kompeten untuk memenuhi tugas-tugas yang menantang dan dapat memberikan kontribusi yang baik untuk perusahaan Anda.

Terlampir adalah resume saya, yang menunjukkan secara rinci pelatihan dan pengalaman. Saya sangat berharap bahwa kualifikasi saya menarik bagi Anda dan bahwa wawancara dapat diatur pada kenyamanan Anda.

Terima kasih atas pertimbangan Anda. Saya berharap untuk mendengar dari Anda segera.
Hormat kami,

Putri Puji Lestari

Jenis-Jenis Danau ( geomorfologi )


Jenis-Jenis Danau
Berdasarkan proses kejadiannya danau dibedakan menjadi 6 macam yaitu :
1)      Danau Vulkanik
Danau vulkanik terbentuk akibat aktivitas vulkanik (gunung berapi). Kawah atau kepundan gunung api baik yang masih aktif maupun yang sudah mati apabila terisi air akan menjadi danau. Danau yang terbentuk disebut danau crater. Contoh: Danau Kelimutu, Danau Segara Anak di Gunung Rinjani, Danau Batur, dan Danau Telaga Warna di Dieng.
http://arisudev.files.wordpress.com/2011/12/danau-kelimutu.jpg?w=479
Danau Kelimutu
2)      Danau Tektonik
Danau tektonik terbentuk ketika terjadi gerakan/pergeseran lempeng tektonik yang membentuk lipatan/patahan. Cekungan yang terbentuk akibat pergeseran lempeng tersebut akhirnya terisi oleh air hujan dan membentuk genangan air yang sangat luas. Contoh danau yang terbentuk dari proses ini adalah Danau Singkarak, Danau Matana di Sulawesi Selatan, Danau Poso,  dan Danau Towuti.
http://arisudev.files.wordpress.com/2011/12/danau-singkarak.jpg?w=479
Danau Singkarak
3)      Danau Tektovulkanik
Danau ini terbentuk akibat penggabungan proses tektonik dan vulkanik. Pada saat terjadi erupsi gunung api (meletus), sebagian badan gunung api patah dan merosot menutupi lubang kepundan. Patahnya gunung ini disebabkan adanya kekosongan dapur magma pada saat terjadi gunung meletus. Jika daerah patahan tersebut terisi air, maka akan terbentuk danau. Contoh danau yang terbentuk karena hal ini adalah Danau Toba.
http://arisudev.files.wordpress.com/2011/12/danau-toba.jpg?w=479
Danau-Toba
4)      Danau Glasial
Danau glasial (gletser) biasanya terbentuk di daerah pegunungan. Pada saat salju mencair, akan terbentuk gletser yang meluncur ke bawah (erosi salju). Hasil erosi salju yang berupa basin (cekungan di lereng) jika terisi oleh air hujan atau salju yang mencair akan membentuk genangan yang disebut danau gletser. Contohnya, Danau Finger di New York dan The Great Lakes di Amerika.
http://arisudev.files.wordpress.com/2011/12/finger_lake.jpg?w=600&h=399
Danau Finger
5)      Danau Aliran/Ladam
Sungai yang besar biasanya membentuk kelokan aliran sungai di hilir sungai tersebut, yang disebut meander. Hasil erosi oleh sungai yang terendapkan akan menutup aliran sungai pada meander sehingga meander sungai terpisah dari aliran sungai yang baru. Jika sisa aliran ini terisi lebih lanjut oleh air, maka akan terbentuk danau oxbow atau danau tapal kuda. Danau Oxbow sering dijumpai di beberapa sungai di Kalimantan.
http://arisudev.files.wordpress.com/2011/12/oxbow.jpg?w=479
Contoh Danau Oxbow
6)      Danau Karst
Danau ini terbentuk melalui proses pelarutan zat kapur oleh air. Pelarutan kapur tersebut menghasilkan suatu bentuk cekungan yang jika terisi air hujan akan membentuk danau karst berupa dolina. Jika ukuran suatu danau karst lebih besar daripada dolina pada umumnya, maka disebut uvala. Danau karst yang lebih besar daripada uvala adalah polje. Contohnya adalah dolina di Biak, Papua, dan di Pegunungan Seribu (Yogyakarta).
http://arisudev.files.wordpress.com/2011/12/dolina-pieciu-stawow-polskich.jpg?w=600&h=450
Dolina pieciu stawow polskich
7)      Danau Laguna
Danau ini terjadi akibat kombinasi antara angin dan ombak yang membentuk tanggul-tanggul pasir di sepanjang pantai. Kemudian, tanggul-tanggul pasir ini membentuk suatu genangan air yang disebut danau laguna.  Contohnya adalah danau laguna di Ternate.
http://arisudev.files.wordpress.com/2011/12/danau-laguna-di-ternate.jpg?w=479
Danau laguna di Ternate
8)      Danau Bendungan
Danau bendungan terbentuk dari pembendungan aliran sungai. Pembendungan ini bisa terjadi karena dua sebab, yaitu karena longsoran (proses alami) dan direncanakan (buatan manusia). Contoh danau bendungan oleh proses alam adalah Danau Pengilon di Dieng dan Telaga Sarangan di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Selain oleh proses alam, danau ini bisa dibuat oleh manusia dengan kesengajaan (direncanakan) untuk membendung aliran sungai. Danau yang terbentuk biasa disebut waduk. Contoh waduk ada banyak, di antaranya Waduk Jatiluhur, Waduk Saguling, dan Waduk Gajah Sungkur.
http://arisudev.files.wordpress.com/2011/12/waduk_jatiluhur.jpg?w=479
Waduk Jatiluhur
Sumber: Buku PR geografi Kelas X, Advanced Learning Geography 1, Geografi Kelas VII.

Fenomena Sosial di Masyarakat



pemulung1.jpg


·            Fenomena Sosial di Masyarakat

Fenomena pemulung yang ada di Dukuh Deliksari merupakan gambaran kehidupan kaum migran yang mempunyai kualitas sumber daya yang rendah sehingga untuk tetap bertahan hidup mereka harus bekerja di sektor informal antarlain sebagai pemulung, dimana pemulung merupakan suatu pekerjaan yang memiliki tingkat penghasilan yang sangat rendah karena terkait dengan jenjang pendidikan dan keterampilan yang tidak mereka miliki.

Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah profil pemulung di desa Sukorejo khususnya di Dukuh Deliksari, dimana profil ini meliputi keadaan ekonomi, kehidupan sosial dan status sosialnya, pendidikan dan aspirasi pemulung dimasa yang akan datang serta partisipasi pemulung dalam menciptakan kebersihan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pemulung yang meliputi keadaan ekonomi, kehidupan sosial dan status sosialnya, pendidikan danaspirasi pemulung dimasa yang akan datang ; serta untuk mengetahui partisipasi pemulung.

Fokus dalam fenomena geografi sosial ini adalah profil pemulung di Dukuh Deliksari desa Sukorejo Kecamatan Gunungpati kota Semarang yang meliputi keadaan ekonomi,kehidupan sosial dan status sosialnya, pendidikan dan aspirasi pemulung dimasa yang akan datang dan partisipasi pemulung yang meliputi perencanaan, pelaksanaan,pengawasan dan pendanaan. Sedangkan manfaat dari penelitian ini adalah sebagaibahan pertimbangan bagi pihak-pihak yang berkaitan dengan partisipasi parapemulung sehingga dapat menentukan kebijaksanaan sebagai wujud untuk menghargai keberadaan pemulung karena para pemulung tersebut dalam kenyataannya telah ikut berperan serta dalam upaya menciptakan kebersihan lingkungan.

Dari hasil analisis gambar tersebut dapat di diketahui bahwa ruang lingkup persebaran pemulung terdapat dititik- titik tempat pembuangan sampah yang terdapat di sekitar desa mereka. Sebenarnya hubungan antara pemulung dan warga terjalin dengan sangat baik, hal ini dibuktikan dengan adanya kerja bakti yang diadakan setiap hari minggu. Mengenai status sosialnya didasarkan pada jenis barang bekas yang ia dapatkan, sedangkan keadaan ekonomi para pemulung sangat memprihatinkan karena jumlah pendapatan yang tidak sebanding dengan jumlah pengeluaran yang harus dikeluarkan setiap harinya sehingga tingkat kemakmuran dan kesejahteraan keluarga pemulung sangat rendah, jenjang pendidikan mereka sangat rendah sehingga kualitas sumber daya yang mereka miliki juga rendah,mereka memiliki aspirasi untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik dari sekarang. Partisipasi mereka dalam menciptakan kebersihan lingkungan meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan sedangkan pendanaannya tidak karena jumlah pendapatan mereka yang kecil hal ini ditandai dengan adanya pekerjaan pemulung yang setiap harinya seelalu berencana untuk memunguti sampah pada keesokaan harinya sambil mengawasi di mana ada sampah yang berserakan untuk diambil.

Berdasarkan hasil analisa di atas, dapat disimpulkan bahwa pemulung memiliki tempat mata pencaharian yakni TPA yang tersebar di berbagai titik di desa Sukorejo. Serta pemulung memiliki hubungan yang baik dengan tetangganya dimana hal ini terbukti dengan adanya kerja bakti yang diadakan setiap minggu. Status sosial pemulung dapat dibedakan berdasarkan pada jenis-jenis barang yang mereka dapatkan setiap hari, sedangkan kehidupan ekonomi mereka sangatlah memprihatinkan karena rendahnya jumlah penghasilan yang diperoleh tidak mampu untuk mencukupi kebutuhan mereka, sebagian besar pemulung di Dukuh Deliksari tidak pernah sekolah karena keterbatasan biaya yang dimiliki oleh orang tua mereka meskipun demikian mereka mempunyai aspirasi untuk memiliki kehidupan yang lebih baik pada masa yang akan datang.

Saran yang dapat diberikan dari hasil analisa ini terutama ditujukan bagi pemulung, agar dalam bekerja pemulung selalu bersikap jujur yaitu dengan tidak mengambil barang yang bukan miliknya untuk menciptakan persepsi yang baik pada warga. Masyarakat, adanya sikap yang baik kepada pemulung tanpa melihat penampilannya tetapi lebih melihat pada manfaat yang ada pada pemulung itu. Pemerintah, hendaknya selalu melihat dan meninjau kondisi masyarakatnya secara langsung untuk memberikan bantuan yang tepat bagi warganya, penyuluhan dan pemberdayaan pemulung dengan cara memberikan pembinaan keterampilan, pendampingan dan pemodalan.


    1. Kemiskinan

http://renstra.depsos.go.id/RENSTRA_2005-2009_html_m1cf49de3.pnghttp://renstra.depsos.go.id/RENSTRA_2005-2009_html_m3457f26.pnghttp://renstra.depsos.go.id/RENSTRA_2005-2009_html_m7d4111d7.pnghttp://renstra.depsos.go.id/RENSTRA_2005-2009_html_7ac2e44a.png
Kemiskinan telah menjadi fenomena sosial yang menuntut perhatian serius dari semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat. Dalam hal ini, yang dimaksud dengan kemiskinan adalah tidak terpenuhinya kebutuhan dasar manusia seperti pangan, sandang, perumahan, pendidikan, kesehatan, dan interaksi sosial.
Itulah sebabnya masalah kemiskinan dapat muncul sebagai penyebab maupun pemberat berbagai jenis permasalahan kesejahteraan sosial lainnya seperti ketunaan sosial,kecacatan, keterlantaran, ketertinggalan/keterpencilan dan keresahan sosial, yang pada umumnya berkenaan dengan keterbatasan kemampuan untuk mengakses berbagai sumber pelayanan sosial dasar.

Jumlah penduduk fakir miskin di Indonesia pada tahun 2004 sebanyak 14,8 juta jiwa. Pada tahun 2003 jumlah penduduk fakir miskin mencapai sebanyak 15,8 juta jiwa. Gambaran tersebut menunjukkan bahwa terjadi penurunan jumlah penduduk fakir miskin. Penurunan jumlah penduduk fakir miskin selama periode 2003 – 2004 terjadi sejalan dengan makin berkurangnya jumlah penduduk miskin. Jumlah penduduk miskin dari 37,4 juta jiwa pada tahun 2003 berkurang menjadi 36,1 juta jiwa pada tahun 2004. Dibandingkan dengan tahun 2003, maka terjadi penurunan jumlah penduduk fakir miskin sebesar 1 juta jiwa atau sebesar 6,4 persen. Selain faktor keberhasilan pemerintah dalam menyelenggarakan berbagai program pengentasan kemiskinan oleh berbagai instansi, juga dipengaruhi oleh kondisi perekonomian yang mulai membaik dan situasi politik yang kondusif dan nilai rupiah yang stabil. Kontribusi Depsos untuk program pemberdayaan fakir miskin antara lain melakukan terobosan yang melibatkan instansi terkait, dunia usaha dan LSM.

Walaupun terjadi penurunan jumlah, namun dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia, maka masalah kemiskinan merupakan masalah yang masih sulit ditanggulangi, karena mayoritas termasuk kategori kemiskinan kronis (chronic povertyyang terjadi terus menerus atau disebut juga sebagai kemiskinan struktural. Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang dikategorikan sebagai Fakir Miskin termasuk kategori kemiskinan kronis, yang membutuhkan penanganan yang sungguh-sungguh, terpadu secara lintas sektor dan berkelanjutan.

Selain itu terdapat sejumlah penduduk yang dikategorikan mengalami kemiskinan sementara (transient poverty) yang ditandai dengan menurunnya pendapatan dan kesejahteraan masyarakat secara sementara sebagai akibat dari perubahan kondisi normal menjadi kondisi kritis, bencana alam dan bencana sosial, seperti korban konflik sosial. Kemiskinan sementara jika tidak ditangani serius dapat menjadi kemiskinan kronis.

Faktor-faktor penyebab terjadinya kemiskinan dapat disebabkan faktor internal (ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari, ketidak mampuan dalam menampilkan peranan sosial dan ketidak mampuan dalam mengatasi masalah-masalah sosial yang dihadapinya) dan faktor eksternal (kebijakan publik yang belum berpihak kepada penduduk miskin, tidak tersedianya pelayanan sosial dasar, tidak dilindunginya hak atas kepemilikan tanah, terbatasnya lapangan pekerjaan, belum terciptanya sistim ekonomi kerakyatan, kesenjangan dan ketidakadilan sosial, serta dampak pembangunan yang berorientasi kapitalis. Dalam keadaan penduduk miskin tidak berdaya dalam menghadapi masalah internal dan eksternal, maka masalah kemiskinan yang dialaminya menjadi semakin sulit ditangani, karena beresiko menjadi kemiskinan budaya (culture poverty), tidak ada kemauan/ pasrah/ patah semangat (fatalistik) dan dalam keadaan situasi kritis cenderung melakukan tindakan a-sosial, berperilaku desktruktif atau melakukan tindak kriminal.

Teori Tempat Tersentral Walter Christaller


Teori Tempat Tersentral Walter Christaller

Walter Christaller menulis buku Die Zentralen Orte in Sud Deutchland,Jena, Gustav Fischer, 1933 yang kemudian diterjemahkan kedalam b. Inggris oleh E.W. Baskin dengan judul Places in Southern Germany, Englewood Cliffs, N.J Prentice Hall, 1996. Inti pokok teori tempat sentral adalah menjelaskan model hirarki perkotaan.
Model Chiristaller dinyatakan sebagai suatu sistem geometrik yang dikenaldengan  Sistem K=3. K adalah huruf indeks untuk notasi pola pemukiman. Asumsi Chistaller :
1.      Wilayah model merupakan dataran tanpa roman. Tak memiliki raut tandaa khusus baik alamiah maupun buatan manusia.
2.      Perpindahan dapat dilakukan kesegala jurusan, suatu situasi  yang dilikiskan sebagai permukaan isotropik.
3.      Penduduk serta daya belinya tersebar merata diseluruh wilayah.
4.      Konsumen bertindak rasional sesuai dengan prinsip minimisasi jarak.
Berdasarkan hal tersebut ia mengembangkan model wilayah perdagangan yang efesien yang berbentuk segi enam. Tahapannya sebagai berikut :
·         Buat lingkaran berdakatan dengan yang lain.
Gambar
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj2ynJahmonydE_85XeQ52Z2ZLqGwVrgMbOsnN-LnzHARqP3GlSRu_3n9mq-Gs2vMH49d9NSbb6-hINQYMBdX3y2RJfIiJKZpK6g1ZHNAnm0jY_m1N8nNEUtbuhCIYczxChzESowa9jamc/s200/IMG0028A.jpg

·         Tumpang tindihkan lingkaran seperti  gambar dibawah ini
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXqicyDnFj5PQmGpgvr8wR8zAWN1SwL1ZpI2elrYKQOvf4azJvblXw1JZS8_ciK9aKRa8M-97bhAyZiFk-U6wGivDeuY6DOZucCaIZsyJtw-JJksN_cDWMN6yItJyzu2C45YhlvsHhBIo/s200/IMG0027A.jpg




·         Akhirnya terbentuk wilayah perdagangan dengan bentuk segi enam seperti sarang lebah.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYiLyL3Lj93VeKO2pWJVn8x3-sulj0yKCpOf6XH97CmEeCtIpY5yt74WI-rWMzO6A1B0hxhfUwli2zaF8f8sfzzgCvhhgm1IjiTvbEfq1bIVNYL1Mui215BiFxyQTxVHB0ZfUSPIfbj64/s200/IMG0026A.jpg
Tiap wilayah perdagangan heksagonal (segi enam) memiliki pusat. Besar kecilnya pusat-pusat tersebut adalah sebanding dengan besar kecilnya masing-masing heksagonal. Heksagonal yang terbesar memiliki pusat paling besar, sedangkan heksagonal yang paling kecil memiliki pusat paling kecil. Dalam keseimbangan jangka panjang seluruh wilayah sistem sudah tercukup yang berbentuk wilayah-wilayah heksagonal yang besarnya berbeda-beda dan saling tumpang tindih satu sama lain.   Susunan hirarki ini membentuk model pola permukiman sistem K=3.
Liat gambar dibawah ini.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJcSxqCUMBgox5TqLDFxYKRXIQC-dMYFtGqn-rmXmqoqba3HH6RDlcifE94soYhT5vLKGDFBMkFIYwrb6QCUVWXEvJX0OymFaPkuDRHJr8dk7SfbrubMqyummtVRVQHKitbUcy12pE7qY/s320/IMG0029A.jpg
Ada pun proses timbulnya wilayah perdagangan heksagonal adalah seperti dalam TAHAPAN MODEL WILAYAH PERDAGANGAN YANG EFESIEN YANG BERBENTUK SEGI ENAM.
Secara horizontal model Christaller menunjukkan kegiatan-kegiatan manusia yang terorganisir dalam tataruang geografis dan tempat-tempat sental yang lebih tinggi tinggi ordenya mempunyai wilayah perdagangan atau wilayah pelayanan yang lebih luas.
Tempat-tempat sentral kecil dan wilayah komplementernya tercakup dalam wilayah-wilayah perdagangan dari pusat yang lebih besar. Sedangkan secara vertikal, model tersebut memperlihatkan bahwa pusat-pusat yang lebih tinggi ordenya mensuplai barang-barang keseluruh wilayah, dan kebutuhan akan bahan – bahan mentah dipusat-pusat yang lebih tinggi ordenya mempunyai jumlah dan jenis kegiatan-kegiatan serta volume yang lebih besar dibanding pusat-pusat yang lebih rendah ordenya. Jiak hirarki pusat-pusat tersebut sudah terbentuk, dapat disaksikan domnasi pusat-pusat yang lebih besar dan mengutubnya arus gejala ekonomi kepusat besar yang mencerminkan ciri sebagai wilayah-wilayah yang nodal.
Prinsip pemasaran dengan susunan piramidal pada model tempat tempat sentral dapat menjamin minimisasi dianiaya-biaya transpor. Dilain pihak disebutkan beberapa kelemahan, yaitu model tersebut tidak adanya spesialisasi atau pembagian kerja diantara pusat-pusat tersebut, kecuali terdapat hubungan antara pusat yang lebih tinggi ordenya dengan pusat-pusat yang lebih rendah yang ordenya dalam suplai barang-barang hasil dan bahan-bahan mentah diperlukan. Selain itu menurut Chistaller, seluruh wilayah perdagangan dapat dilayani, sedangkan kenyataannya sebagian dari wilayah-wilayah yang dimaksud tidak seluruhnya dapat terlayani karena terbatasnya fasilitas transportasi dan hambatan geografis. Teori tempat sentral dapat dikatakan kaku dan terlalu sederhana. ( oversimplification).
Teori tempat tersentral menjelaskan pola geografis dan struktor hirarki pusat-pusat kota dan wilayah-wilayah nodal, akan tetapi tidak menjelaska bagaiman pola geografis tersebut terjadi secara gradual dan bagaimana mengalami pola  mengalami perubahan- perubahan pada masa depan, atau dengan lain tidak menjelaskan gejala-gejala (fenomena) pembangunan. Teori ini bersifat stratis. agar teori tempat tersentral dapat menjalelaskan  gejala dinamis, maka perlu ditunjang oleh teori-teori pertumbuhan wilayah yang menjelaskan mengenai proses perubahan struktural. Salah satu teori pertumbuhan adalah teori kutub pertumbuhan yang di intoduksikan oleh Perrroux, membahas pertumbuhan pertumbuhan  struktural pada tata ruag geografis.
Teori tempat tersentral untuk sebagian bersifat positif karena berusaha menjelaskan penentukan aktual arus pelayanan jasa, dan untuk sebagian lagi bersifat normatif karena berusaha menentukan pola optimal distribusi tempat-tempat sentral. Keduanya memiliki kontribusi pada pemahaman interalasi spatial dan mengenai kota-kota sebagai sistem didalam sistem perkotaan.
Dalam hubungan dengan perkotaan, teori tempat tersentral menyatakan bahwa tempat fungsi-fungsi pokok pusat kota adalah sebagai pusat-pusat pelayanan bagi wilayah komplementernya, yaitu  menyuplai barang-barang dan jasa-jasa sentral seperti jasa-jasa perdagangan, perbankan, profesional, pendidikan, hiburan dan kebudayaan, dan jasa-jasa pemerintah kota. 
            Richarson telah menemukan beberapa keterbatasan teori tempat tersentral, yaitu sebagai berikut ( H.W. Richarson (ed); 1970, 82-83, yaitu pertama, teori tempat tersentral tidak memberikan penjelasan secara lengkap mengenai pertumbuhan kota karena teori tersebut diformulasikan berdasarkan pembangunan daerah pertanian yang tersusun secara hirarki dan berpendudukan secara merata. Dengan tumbuhnya kota-kota muncullah jasa-jasa yang tidak berkenaan dengan pasar wilayah belakang, sebagai contoh kehidupan kota metropolitan dapat menciptakan kebutuhan-kebutuhan sendiri (internal) misalnya peningkatan penyediaan fasilitas persediaan air minum, listrik, angkutan umum, demikian pula kebutuhan fasilitas parkir. Persoalan pemasaran barang barang dan jasa yang dihasilkan oleh tempat sentral.
              Kedua, analisis tempat tersental menekankan pada peranan sektor perdagangan dan kegiatan-kegiantan jasa dari pada kegiatan-kegiatan manufaktur. Kegiatan manufaktur dianggap sebagai kegiatan produktif non tempat sentral. Hal ini tidak sesuai dengan kenyataan, banyak kota besar dan kota lainnya serig kali mengalami perluasan dalam hal lokasi manufaktur karena kota-kota yang bersangkutan merupakan pasar tenaga kerja yang luas dan pada umumnya memberikan keutugan-keuntungan aglomerasi, dimana perusahaan-perusahaan manufaktur lebih banyak melayani para nasional dari pada pasar-pasar regional.
            Ketiga, pertumbuhan kota meningkat terus dan telah sampai pada suatu tingkat tertentu diperlukan tambahan sumberdaya-sumberdaya yang berasal dari luar wilayah nodal misalnya sumber tenaga kerja dan modal. Dalam hal ini arus masuknya sumber-sumber daya tersebut dari luar wilayah tidak dapat dijelaskan seperti halnya penawarn barang-barang dan jasa-jasa dari tempat sentral kepada wilayah-wilayah pasar di sekitarnya.
            Model tempat tersental tidak berhasil menjelaskan menjelaskan timbulnya kecenderungan yang kuat dalam masyarakat mengenai pengelompokan perusahaan karena pertimbangan keuntungan aglomerasi  dan ketergantungan lokasi.
            Meskipun model tempat tersentral mempunyai keterbatasan, namun sesungguhnya teori tempat tersental mengandung paling sedikit  3 konsep fundamental, yaitu ambang (treshold,), lingkup (range) dan hirarki (hierarchy) , H.W. Richardson, 1972, 72. Proses penyebaran pertumbuhan mengikuti pola ambang ( jumlah penduduk) dan pola lingkup (sistem lokasi) ; Kedua faktor tersebut menentukan hirarki tempat tersentral. Konsep-konsep ini merupakan unsur-unsur spasial penting dan dapat digunakan untuk menjelaskan hubungan-hubungan formal. Permintaan dan wilayah-wilayah perdagangan atau wilayah pelayanan.
 Beberapa sumbangan positif teori tempat tersentral dapat ditemukan, yaitu, teori tersebut adalah relevan bagi perencanaan kota dan wilayah, karena sistem hirarki merupakan sarana yang efisien untuk perencanaan wilayah. Tempat tersentral besar sekali merupakan titik pertumbuhan inti di wilayahnya dan menentukan tingkat perkembangan ekonomi ke seluruh wilayah. Dengan demikian jelaslah bahwa distribusi tata ruanng dan besarnya pusat-pusat kota merupakan unsur yang sangat penting bagi dalam struktu wilayah nodal dan kemudian lahirkan konsep-konsep dominasi dan polarisasi. Teori tempat tersentral mengemukakan model yang mudah dimengerti ntuk menjelaskan pertumbuhan hirarki kota dan ketergantungan antara pusat-pusat kota dan wilayah-wilayah sekitarnya.

TUGAS MATA KULIAH ILMU PENDIDIKAN PANCASILA


TUGAS MATA KULIAH ILMU PENDIDIKAN PANCASILA


Description: D:\DOWNLOAD\Logo-UNS.jpg










Disusun Oleh :
Sa’id Musthafa
(K5412070)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI
JURUSAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
FAKULTAS ILMU KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2012
Penerapan nilai- nilai yang terkandung dalam pembukaan dan norma dalam pasal-pasal UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 dalam kehuidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara kita hendaklah memiliki tatanan atau aturan yang di pegang agar terciptanya kehidupan yang serasi, sejalan dan sesuai dengan nilai- nilai dan norma yang ada di dalam pembukaan dan norma dalam pasal UUD Negara Republik Indonesia. Dalam berorganisasi diperlukan suatu dasar nilai dan norma yang mengatur mengenai kewajiban, hak anggota dan tujuan serta perlu adanya lembaga-lembaga  yang terdapat dalam organisasi, tata kerja organisasi dan hal-hal lain seperti mengenai atribut organisasi dan sebagainya. Dasar ini dimaksudkan agar setiap anggota organisasi tahu dengan pasti ketentuan-ketentuan yang selayaknya dikerjakan untuk mencapai tujuan organisasi. Pada umumnya pada Undang-Undang Dasar terdapat bagian yang disebut pembukaan yang merupakan bagian yang sangat penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara, karena dalam pembukaan tersebut terdapat konsep-konsep, prinsip-prinsip dan nilai yang dijadikan landasan berpijak dalam menjalankan roda kenegaraan dan pemerintahan serta tujuan yang hendak dicapai dengan  adanya negara. Konsep-konsep tersebut merupakan gagasan yang sangat mendasar tentang kehidupan bernegara, oleh karenanya disebut cita hukum.
Cita hukum bagi bangsa Indonesia dalam hidup bernegara tiada lain adalah Pancasila. Cita hukum ini dijadikan dasar bagaimana bangsa Indonesia memandang segala persoalan yang dihadapinya, bagaimana mendudukkan manusia dalam hubungan dengan pemerintahan dan negaranya, bagaimana mengatur kekuasaan dan kedaulatan dalam kegiatan pemerintahan dan negara, bagaimana lembaga-lembaga kenegaraan diadakan dan diatur tatakerjanya, dan sebagainya.
Berdasar kepentingan serta kebutuhan yang ada, maka dalam sistem pemerintahan, dalam hidup bernegara, dalam mengatur kehidupan politik, ekonomi dan sebagainya harus mengacu pada cita hukum tersebut. Artinya demokrasi yang diterapkan di Indonesia tiada lain adalah demokrasi yang berdasar pancasila. Ekonomi yang diterapkan di Indonesia juga berdasar pada Pancasila. Hak asasi manusia-pun mau tidak mau berdasar pada pancasila pula. Untuk dapat mengimplementasikan dasar negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara maka perlu difahami konsep, prinsip dan nilai yang terkandung dalam pancasila. Tanpa memahami konsep prinsip dan nilai yang terkandung dalam pancasila serta pembukaan dalam pasal-pasal UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 tidak mungkin dapat mengimplementasikan penerapan nilai- nilai secara tepat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun sebaiknya diyakini lebih dahulu bahwa pancasila memenuhi syarat sebagai dasar negara dari Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri dari beribu-ribu pulau, yang memiliki keanekaragaman ditinjau dari suku, ras, adat budaya, agama, dan sebagainya.
Dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara seharusnya selaras dengan semua lingkungan yang ada. Semisal kita sedang berada pada lingkungan sekolah kita harus menaati semua peraturan yang ada. Baik tertulis maupun yang tidak tertulis. Lalu pada tempat tinggal kita. Kita harus mengikuti aturan yang ada dalam lingkungan bermasyarakat tersebut karena kita harus menyesuaikan diri. Baik ataupun buruknya yang terdapat di lingungan tersebut kita karus mengikuti aturan yang ada. Jangan sampai kita dalam bertindak sesuka hati sendir tanpa memikirkan apa dampak yang timbul karena kita melakukan seenaknya sendiri. Dalam hal ini pasti cenderung akan terjadi konflik.
Implementasi konsep, prinsip dan nilai Pancasila di bidang hukum mengharuskan pembuat undang-undang untuk menggali nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat sesuai dengan inspirasi dan kesadaran hukum masyarakat yang berkembang. Dalam hal telah disepakati bahwa nilai-nilai Pancasila bersifat universal, yang menjadi persoalan pokok adalah bagaimana nilai-nilai Pancasila yang universal itu dijabarkan dalam bentuk norma-norma yang jelas dikaitkan dengan tingkah laku masyarakat dalam melaksanakan kehidupan berbangsa dan bernegara. Berdasarkan pada hakikat sifat kodrat manusia bahwa setiap manusia adalah sebagai individu dan sekaligus makhluk sosial, konsekuensinya kita harus mengimplementasikan Pancasila dalam setiap aspek penyelenggaraan negara dan setiap sikap dan tingkah laku masyarakat dalam melaksanakan kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itu bagi bangsa Indonesia mengimplementasi-kan Pancasila adalah suatu keharusan baik moral maupun yuridis.
Dalam hubungan ini kita diingatkan oleh kata-kata yang bijak dari Prof.Drs.Notonagoro, S.H yang berbunyi :
“Apabila pelanggaran moral Pancasila itu terus-menerus dilakukan banyak orang, akan merusakkan derajat hidup seluruhnya tidak hanya moral tetapi juga kultural, religius, sosial ekonomi dan akan tidak terhindar keburukan akibatnya bagi bangsa, rakyat dan negara”.
Menurut saya dari kutipan paragraf tersebut yaitu bahwa suatu masyarakat haruslah mengamalkan nilai- nilai yang terdapat di dalam Pancasila  itu sendiri. Maksudnya dalam semua aspek kita harus benar- benar tahu, mengerti, memahami serta bisa mengamalkannya. Namun apabila kita melakukan pelangaran kita akan merusak semua aspek yang ada. Kenyataan yang ada di negara kita ini yang paling mencolok yaitu masalah politik dan masalah korupsi yang semakin merajalela. Sebenarnya praktek korupsi ini di dasari dengan ada kebiasaan yang kurang baik. Demi sedikit kita melakukan sesuatu yang tidak terlalu menyimpang. Misal sesuatu yang sederhana saja yaitu mengenai ketepatan waktu yang kita sering sekali membuat molor. Dalam hal apapun semua mastarakat sekarang ini pasti tidak jauh dari masalah disiplin waktu. Misal ada sebuah rapat yang di tetapkan pada pukul 09.00 WIB. Namun pada kenyatraanya pada jam 9 tersebut banyak yang baru berangkat dari masing- masing tempat. Dalam kenyataan ini sebenarnya hal- hal tesebut memang terjadi. Sikap inilah yang menjadi budaya rakyat Indonesia yaitu budaya molor waktu.
Lalu pada halnya sikap pemerintah yang sekarang ini kurang sesuai. Yang saya ambil yaitu pada akses jaringan telkomunikasi yaitu televisi. Tayangan yang sekarang ini sebagian besar berasal dari modal asing. Akibatnya banyak tayangan yang kurang sesuai dengan penerapan pancasila itu sendiri. Akibatnya banyak anak di bawah umur yang sudah menonton tayangan nutuk orang dewasa. Sehingga anak sekarang sudah merasa lebih cepat dewasa padahal sebenarnya terbawa karena mereka tidak mendapatkan porsi atau kebutuhan yang seharusnya di peroleh pada usia mereka. Hal tersebut akan mengakibatkan kerusakan moral generasi mudanya. Namun sikap pemerintah saat ini masih kurang, seakan- akan pemerintah enggan untuk mengatasi permasalah seperti ini.
Dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara maksudnya apabila kita saja dalam bermasyarakat ini kita terkadang sikap individualisme yang muncul yakni sikap ingin berkuasa padahal hal tersebut sangatlah bertentangan dengan pancasila yaitu sila ke 2.
Dibawah ini penjabaran mengenai penerapan nilai-nilai yang terkandung dalam pembukaaan UUD 1945 dalam kehidupan bermasyarakat , berbangsa dan bernegara.
1.      Penerapan Sila Ketuhanan Yang Maha Esa. Dengan dasar sila Ketuhanan Yang Maha Esa mengandung konsekuensi bahwa setiap warga negara Indonesia harus mempercayai dan meyakini adanya Tuhan yang menciptakan bumi dan langit beserta seluruh isinya. Pedoman untuk percaya dan yakin kepada Tuhan terwadahi dalam setiap ajaran agama Islam, Kristen, Hindu maupun Budha. Semua petunjuk Tuhan yang ada dalam ajaran Agama tidak ada satu pun yang mengajarkan umatnya untuk berbuat yang tidak baik kepada sesama makhluk, khususnya manusia yang merupakan ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Ajaran Tuhan melalui agama telah menegaskan bahwa umat manusia yang menjalankan semua perintah Tuhan dengan sepenuh hati/ikhlas akan diberi imbalan masuk surga yaitu tempat kehidupan baru setelah manusia mati, yang penuh dengan kenikmatan. Sedangkan yang melanggar apa yang dilarang oleh Tuhan akan diberi imbalan masuk neraka yaitu tempat kehidupan baru setelah mati yang penuh dengan kesengsaraan/penderitaan yang tiada habis-habisnya. Oleh karena itu wujud nyata pengamalan dalam kehidupan sehari-hari yang paling utama adalah :
a.       Semua WNI wajib menjalankan ibadah sesuai tuntunan agama dengan penuh keimanan dan ketaqwaan.
b. Kepada sesama pemeluk agama harus saling menghormati dan tidak memperuncing perbedaan dalam melakukan pendekatan kepada Tuhan.
Dalam hal ini yakni sebenarnya Pancasila sudahlah sesuai dengan tujuan yang hendah dicapai. Namun dalam realita yang ada saat ini masih kurang adanya kesadaran dalam agama. Masih banyak rakyat Indonesia yang hanya mengatasnamakan agama sebagai formalitas di dalam KTP saja. Sila pertama ini mengungkapkan hubungan yang serasi antara Maha Pencipta dan ciptaan-Nya. Manusia yang mengakui dan yakin akan kebenaran Pancasila akan berikhtiar memantapkan dan tidak mengganggu hubungan yang serasi antara Maha Pencipta dan ciptaan-Nya. Karena itu wajarlah jika hukum tidak hanya menjadi pedoman hidup antar manusia, tetapi juga pedoman bagi berlangsungnya keserasian antara kehidupan manusia dengan lingkungannya.

2.   Penerapan Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab. Dengan sila Kemanusiaan yang adil dan beradab, mengandung konsekuensi bahwa setiap warga negara Indonesia harus memiliki sifat kasih dan sayang serta adil dan tahu kebenaran sejati. Sifat kasih mengandung konsekuensi selalu ingin memberi kepada siapa saja yang menurut pertimbangan matang tidak keliru atau dapat dikatakan sudah tepat. Karena pemberian sesuatu kepada sesorang yang tidak tepat, akan keliru bahkan akan menimbulkan salah faham, yang berarti kasih sayangnya menjadi tidak berarti. Pemberian yang penuh kasih kepada seseorang yang tepat akan menumbuhkan rasa syukur yang mendalam bagi yang memberi maupun yang menerima kepada pencipta yang serba maha. Sifat sayang mengandung konsekuensi selalu ingin melindungi terutama kepada mereka yang benar-benar memerlukan perlindungan. Memberikan perlindungan yang tepat, berarti mewujudkan rasa aman dan membangkitkan rasa percaya diri untuk menghadapi berbagai kemungkinan yang akan terjadi. Sifat adil mengandung konsekuensi bahwa setiap tindakan yang dilakukan tidak menimbulkan rasa permusuhan atau buruk sangka, sedangkan kebenaran sejati diperoleh melalui pemikiran mendalam dari beberapa pendekatan baik filsafat maupun agama. Sila kedua ini  menunjuk  pada hubungan serasi antar manusia perseorangan, antar kelompok ataupun antara perseorangan dengan kelompok. Hubungan serasi tersebut harus mampu mewujudkan penghargaan terhadap harkat dan martabat manusia secara adil dan beradab.

3.   Penerapan Sila Persatuan Indonesia. Sila Persatuan Indonesia mengandung arti meskipun Negara Kesatuan Republik Indonesia terdiri dari beribu-ribu pulau yang tersebar satu sama lain dan bermacam-macam suku yang memliki adat istiadat atau budaya dan agama yang berbeda, harus tetap satu yaitu untuk Negara Republik Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Desember 1945. Antara suku dengan suku yang lain dan antara agama yang satu dengan agama yang lain serta adat istiadat atau budaya yang satu dengan yang lainnya harus saling menghormati, dengan kata lain mengakui kebaikannya, dan tidak memperuncing perbedaan yang merupakan kekhasan mereka masing-masing. Yang pada akhirnya semuanya harus senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan yaitu bangsa Indonesia yang dilahirkan pada tanggal 17 Desember 1945. Penerapan sila ke 3 ini dalam realita sekarang yang ada sudah sangat memperihatinkan yakni banyak perpecahan yang terjadi yang paling menonjol ini antara sku batak dan madura. Dua suku ini sangat keras dalam hal sosialisasi itulah yang menyebabkan dua suku ini sangat sulit untuk dipersatukan.

4.   Penerapan Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan. Sila Kerakyatan ini mengandung arti bahwa setiap pengambilan keputusan adalah harus senantiasa menempuh jalan musyawarah sesuai hati nurani rakyat, terutama yang berkaitan langsung dan menyentuh kepentingan rakyat banyak. Apabila musyawarah yang berskala nasional, tentunya dilaksanakan oleh para pejabat tingkat atas (tinggi negara) yang benar-benar dipilih oleh rakyat dan untuk mewakili rakyat, dalam rangka membawakan misi masing-masing (sebagai penyambung lidah) musyawarah dilakukan dengan pendekatan kekeluargaan dan menggunakan akal sehat. Forum musyawarah akan menghasilkan keputusan yang sah apabila masing-masing wakil rakyat mengirim jumlah anggota minimal 2/3 bagian. Dengan forum musyawarah seperti ini akan diperoleh hasil yang memiliki nilai kejujuran dan keadilan yang sebenar-benarnya. Setiap ketidak hadiran para penyambung lidah (wakil rakyat) dalam forum musyawarah, harus ada alasan/alat bukti yang sah dan dapat dipertanggung jawabkan menurut aturan hukum yang berlaku. Dalam realita yang ada saat ini yakni banyak perpecahan antara anggota DPR. Banyak terjadi  perselisihan antar partai yang dikarenakan sikap individualisme dan rasa ingin berkuasa.

5. Penerapan Sila Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia. Sila keadilan ini mengandung arti bahwa setiap gerak langkah kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara baik yang menyangkut materiil maupun spiritual mencerminkan keadilan sesuai dengan hak dan kewajiban berdasarkan kewajiban nilai-nilai yang berlaku menuju kepada kesempurnaan keadilan menurut kaca mata Tuhan. Dengan demikian penerapan sila ke 5 dalam kehidupan sehari-hari menuju pada perwujudan Negara Republik Indonesia yang adil dan makmur materiil sprituil yang mendapat ridho Allah SWT.

Semangat generasi reformasi untuk menanggalkan segala hal yang dipahaminya sebagai bagian dari masa lalu dan menggantinya dengan sesuatu yang baru, berimplikasi pada munculnya ‘amnesia nasional' tentang pentingnya kehadiran Pancasila sebagai grundnorm (norma dasar) yang mampu menjadi payung kebangsaan yang menaungi seluruh warga yang beragam suku bangsa, adat istiadat, budaya, bahasa, agama dan afiliasi politik. Memang, secara formal Pancasila diakui sebagai dasar negara, tetapi tidak dijadikan pilar dalam membangun bangsa yang penuh problematika/ permasalahan yang terjadi saat ini.
Bangsa Indonesia sebagai salah satu bangsa dari masyarakat Internasional, memiliki sejarah serta prinsip dalam hidupnya yang berbeda dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Tatkala bangsa Indonesia berkembang menuju fase nasionalisme modern, diletakkanlah prinsip-prinsip dasar filsafat sebagai suatu asas dalam hidup berbangsa dan bernegara. Prinsip-prinsip dasar itu ditemukan oleh para pendiri bangsa tersebut yang diangkat dari filsafat hidup atau pandangan hidup bangsa Indonesia, yang kemudian diabstraksikan menjadi suatu prinsip dasar filsafat negara, yaitu Pancasila.
Pancasila merupakan ideologi bangsa Indonesia. Dimana nilai-nilai yang terkandung di dalamnya bisa di implementasikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Hal-hal positif yang ada merupakan cerminan diri kita sebagai bangsa Indonesia. Makna-makna yang terkandung di dalam pancasila bisa merekatkan kita sebagai suatu kesatuan yang tidak bisa terpecah. Pancasila juga bisa dijadikan sebagi jalan keluar suatu masalah jika bangsa Indonesia sedang mengalami permasalahan - permasalahan. Permasalahan - permasalahan tersebut seperti misalnya perbedaan - perbedaan yang ada di antara kita, seperti perbedaan agama, perbedaan suku, bahasa, dan budaya, serta perbedaan-perbedaan mendasar lainnya. Perlu di ingat bahwa Indonesia merupakan Negara kepulauan, dimana di setiap pulau yang ada mengandung banyak keragaman. Keragaman bukan merupakan pemecah akan tetapi sebagai perekat dan merupakan sesuatu yang memperkaya bangsa kita. Setiap masalah yang ada bisa di selesaikan dengan pancasila. Dan pendahulu-pendahulu kita juga mengharapkan hal yang sama, yaitu pancasila sebagai jalan keluar bagi setiap permasalahan yang ditimbulkan oleh keanekaragaman/perbedaan yang dimiliki oleh Indonesia.
Pada pidato B.J Habibie memberi penekanan bahwa Pancasila harus dijadikan dasar dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Berikut kata-kata dari beliau.
saya mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya para tokoh dan cendekiawan di kampus-kampus serta di lembaga-lembaga kajian lain untuk secara serius merumuskan implementasi nilai-nilai Pancasila yang terkandung dalam lima silanya dalam berbagai aspek kehidupan bangsa dalam konteks masa kini dan masa depan. Yang juga tidak kalah penting adalah peran para penyelenggara Negara dan pemerintahan untuk secara cerdas dan konsekuen serta konsisten menjabarkan implementasi nilai-nilai Pancasila tersebut dalam berbagai kebijakan yang dirumuskan dan program yang dilaksanakan. Hanya dengan cara demikian sajalah, Pancasila sebagai dasar Negara dan sebagai pandangan hidup akan dapat ‘diaktualisasikan' lagi dalam kehidupan kita”.

Meskipun di tinjau berdasarkan unsur-unsur yang membentuk Negara, hampir semua Negara mempunyai kesamaan, namun ditinjau dari segi tumbuh dan terbentuknya Negara serta susunan Negara, setiap Negara di dunia ini memiliki spesifikasi serta cirri khas masing-masing. Demikian pula bangsa Indonesia yang tumbuh dan berkembang dengan dilatarbelakangi oleh kekuasaan dan penindasan bangsa asing seperti penjajahan Belanda dan Jepang. Oleh karena itu, bangsa Indonesia tumbuh dan berkembang dilatarbelakangi oleh adanya kesamaan nasib, yaitu bersama-sama dalam penderitaan di bawah penjajahan bangsa asing serta berjuang merebut kemerdekaan.
Bangsa Indonesia sebagai salah satu bangsa dari masyarakat Internasional, memiliki sejarah serta prinsip dalam hidupnya yang berbeda dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Tatkala bangsa Indonesia berkembang menuju fase nasionalisme modern, diletakkanlah prinsip-prinsip dasar filsafat sebagai suatu asas dalam hidup berbangsa dan bernegara. Para pendiri Negara menyadari akan pentingnya dasar filsafat ini, kemudian melakukan suatu penyelidikan yang dilakukan oleh badan yang akan meletakkan dasar dan filsafat bangsa dan Negara, yaitu BPUPKI. Prinsip-prinsip dasar itu ditemukan oleh para pendiri bangsa tersebut yang diangkat dari filsafat hidup atau pandangan hidup bangsa Indonesia, yang kemudian diabstraksikan menjadi suatu prinsip dasar filsafat Negara, yaitu Pancasila.
Pancasila merupakan ideologi bangsa Indonesia. Dimana nilai-nilai yang terkandung di dalamnya bisa di implementasikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Hal-hal positif yang ada merupakan cerminan diri kita sebagai bangsa Indonesia. Makna - makna yang terkandung di dalam pancasila bisa merekatkan kita sebagai suatu kesatuan yang tidak bisa terpecah. Pancasila juga bisa dijadikan sebagi jalan keluar suatu masalah jika bangsa Indonesia sedang mengalami permasalahan - permasalahan. Permasalahan - permasalahan tersebut seperti misalnya perbedaan - perbedaan yang ada di antara kita, seperti perbedaan agama, perbedaan suku, bahasa, dan budaya, serta perbedaan-perbedaan mendasar lainnya. Perlu di ingat bahwa Indonesia merupakan Negara kepulauan, dimana di setiap pulau yang ada mengandung banyak keragaman. Keragaman bukan merupakan pemecah akan tetapi sebagai perekat dan merupakan sesuatu yang memperkaya bangsa kita. Setiap masalah yang ada bisa di selesaikan dengan pancasila. Dan pendahulu - pendahulu kita juga mengharapkan hal yang sama, yaitu Pancasila sebagai jalan keluar bagi setiap permasalahan yang ditimbulkan oleh keanekaragaman/perbedaan yang dimiliki oleh Indonesia.
Seiring dengan derasnya arus globalisasi dewasa ini yang mana setiap individu sering melupakan bahkan mempertanyakan nilai-nilai yang ada dalam pancasila maka dirasakan makin kuat pula desakan untuk terus menerus mengkaji nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila yang merupakan sumber dari segala sumber hukum yang berlaku di negara Republik Indonesia ini.
Berbicara tentang nilai, nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila memiliki arti yang mendalam baik itu secara historis maupun pengamalannya dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai pancasila ini bagi bangsa Indonesia meupakan landasan atau dasar, cita-cita dalam melakukan sesuatu juga sebagai motivasi dalam perbuatannya, baik dalam kehidupan sehari-hari dalam masyarakat, berbangsa dan bernegara.
  Suatu hal yang perlu diperhatikan yaitu meskipun nilai- nilai yang terkandung dalam sila-sila Pancasila berbeda-beda dan memiliki tingkatan serta luas yang berbeda-beda dan memiliki tingkatan seta luas yang berbeda-beda pula namun keseluruhan nilai tersebut merupakan satu kesatuan dan tidak saling bertentangan.( Pendidikan Pancasila: 74)




Daftar Pustaka

1.      Kaelan. 2010. Pendidikan Pancasila. Yogyakarta : Paradigma
2.      Arindhaayuningtyas (2012). Implementasi Nilai Pancasila dalam Masyarakat.http://arindhaayuningtyas.wordpress.com/2012/05/03/implementasi-nilai-pancasila-dalam-masyarakat-2/.14 Desember 2012
3.      Insanitis (2012).  Sebagai Dasar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara: Pidato B.J. Habibie yang Membuat Hadirin Terpukau. http://insanitis37.blogspot.com/2012/03/pancasila-sebagai-dasar-kehidupan.html. 14 Desember 2012
4.      Winarno. 2012. Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi. Surakarta: Yuma Pustaka

Pertanyaan dan jawaban mengenai artikel di atas

1.      Apa yang dimaksud cita hukum bagi bangsa Indonesia dalam hidup bernegara?
Jawab : Cita hukum bagi bangsa Indonesia dalam hidup bernegara adalah Pancasila. Cita hukum ini dijadikan dasar bagaimana bangsa Indonesia memandang segala persoalan yang dihadapinya, bagaimana mendudukkan manusia dalam hubungan dengan pemerintahan dan negaranya, bagaimana mengatur kekuasaan dan kedaulatan dalam kegiatan pemerintahan dan negara, bagaimana lembaga-lembaga kenegaraan diadakan dan diatur tatakerjanya, dan sebagainya.
2.      Apa sikap yang seharusnya kita/masyarakat lakukan mengenai nilai- nilai moral yang terdapat pada Pancasila?
Jawab : suatu masyarakat haruslah mengamalkan nilai- nilai yang terdapat di dalam Pancasila  itu sendiri. Maksudnya dalam semua aspek kita harus benar- benar tahu, mengerti, memahami serta bisa mengamalkannya.

3.      Apa wujud nyata pengamalan dalam kehidupan sehari-hari yang paling utama pada Pancasila sila pertama ?
Jawab : a. Semua WNI wajib menjalankan ibadah sesuai tuntunan agama dengan penuh keimanan dan ketaqwaan.
b.   Kepada sesama pemeluk agama harus saling menghormati dan tidak memperuncing perbedaan dalam melakukan pendekatan kepada Tuhan.

4. jelaskan apa yang dimaksud dengan hahikat sifat kodrat manusia dalam nilai-nilai pada Pancasila!
Jawab : Berdasarkan pada hakikat sifat kodrat manusia bahwa setiap manusia adalah sebagai individu dan sekaligus makhluk sosial, konsekuensinya kita harus mengimplementasikan Pancasila dalam setiap aspek penyelenggaraan negara dan setiap sikap dan tingkah laku masyarakat dalam melaksanakan kehidupan berbangsa dan bernegara.